Jumat, 29 Juni 2012

BERBUAT BAIK KEPADA TETANGGA, WHY NOT ??

BERBUAT BAIK KEPADA TETANGGA, WHY NOT ?? Mampukah anda hidup dalam kesendirian?? setiap org pasti akan menjawab "tidak". Manusia adalah makhluk ijtima'i, dalam setiap hidupnya pasti kita membutuhkan bantuan. Dari lahir, kita diasuh oleh orang tua kita. ketika sudah memasuki usia sekolah, kita belajar hal-hal baru melalui guru kita. saat kita dewasa, kita berkeluarga. bahkan saat kita meninggal pun, kita membutuhkan orang lain untuk memandikan kita, menshalatkan dan memakamkan kita. Tapi, ada satu elemen yang dimana elemen ini tidak akan pernah lepas dari hidup kita. mereka hidup di sekeliling kita. Ya, mereka adalah tetangga kita. Tetangga bukan hanya orang yang tinggal di sebelah rumah kita. tetapi lebih dari itu, terkadang, tetangga kita yang pertama mengetahui dan menilai bagaimana perilaku baik ataupun buruk yang keluar dari dalam diri kita. Bahkan, jika kita mengalami kesusahan, tak jarang tetangga kita lah yang pertama kali memberikan bantuan . . . Dalam Hadist Riwayat Bukhari, Rasulullah bersabda "Demi Allah tidak beriman!! Demi Allah tidak beriman!! Demi Allah tidak beriman!! " Sahabat bertanya, ”Siapa, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, ”Orang yang tetangganya tidak pernah merasa aman dari keburukan perilakunya.” Bagaimana etika yang baik dalam bertetangga ??? Etika terhadap tetangga adalah sebagai berikut: 1. Tidak menyakitinya dengan ucapan atau perbuatan, karena sabda-sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berikut: Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari AKhir, maka janngan menyakiti tetangganya” 2. Berbuat baik kepadanya dengan menolongnya jika ia meminta pertolongan, membantunya jika ia meminta bantuan, menjenguknya jika ia sakit, mengucapkan selamat kepadanya jika ia bahagia, menghiburnya jika ia mendapat musibah, membantunya jika ia membutuhkan, memulai ucapan salam untuknya, 3. Jika kita mempunyai kelebihan rezeki, jangan ragu untuk berbagi kepada tetangga kita . . . 4. Selalu menjaga kerukunan, jangan sampai ada permusuhan . . . Dalam suatu kisah, adalah Abdullah bin Mas'ud seorang shahibus sirri Rasulullah (Pemegang Rahasia Rasulullah). Pada suatu hari Abdullah bin Mas'ud sedang duduk di majelis Rasulullah sambil meminum secangkir teh. kemudian disisakan beberapa tetes, apa yang dilakukannya? dia menumpahkannya ke tanah. Salah seorang sahabat bertanya "untuk apa engkau melakukan itu, Abdullah?" Abdullah menjawab "aku hanya ingin berbagi dengan tetangga sebelah" siapakah yang dimaksud?? mereka adalah sekumpulan semut kecil yang ada di dalam tanah. Lihatlah, bagaimana seorang shahibus sirri Rasulullah ikhlas berbagi dengan mahluk sekecil semut . Sekarang pertanyaannya. mampukah kita ikhlas berbagi dengan tetangga kita?? sudahkah kita berbuat baik dengan tetangga kita?? jika belum, maka berbagilah . . . Allah Swt senantiasa merahmati kita . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar